AC Milan akan menghadapi Napoli di semifinal Supercoppa Italiana 2025/26 yang digelar di King Saud University Stadium, Riyadh. Pertemuan ini mempertemukan juara bertahan (Milan) dengan juara Serie A musim lalu (Napoli). Duel ini juga hadir di tengah sengitnya persaingan liga, di mana Milan hanya unggul satu poin (31) dari Napoli. Ajang ini menjadi jeda sejenak dari perburuan Scudetto, namun kesempatan untuk mempertahankan trofi “Chiki” ini tidak boleh diremehkan, apalagi setelah tersingkir dari Coppa Italia.
Posisi kedua tim dapat dijelaskan melalui kondisi skuad dan catatan statistik. Dalam rekor pertemuan kompetitif, kedua klub sudah bertemu sebanyak 178 kali, dengan Milan unggul 71 kemenangan, berbanding 53 kekalahan, dan 54 kali imbang. Laga ini adalah pertemuan perdana Napoli dan Milan di ajang Supercoppa. Pertemuan terakhir mereka di kompetisi piala terjadi di Coppa Italia (2018/19), yang dimenangkan Milan berkat dua gol dari Krzysztof Piątek. Sementara itu, pertemuan terakhir di Serie A pada akhir September 2025, Milan menang 2-1 atas Napoli di San Siro, dengan Christian Pulisic berperan mencetak gol dan menyumbang assist.
Mengenai kondisi skuad, Milan tidak membawa Matteo Gabbia karena masalah lutut, sehingga Koni De Winter diprediksi akan mengisi posisi bek tengah. Di lini serang, opsi striker murni terbatas karena Santiago Gimenez masih berjuang pulih dari cedera pergelangan kaki, dan Leao hampir pasti absen. Christian Pulisic menjadi tumpuan utama produktivitas Milan. Dalam dua musim terakhir, Pulisic telah mencatatkan 41 gol dan 22 assist di liga. Paruh musim ini, bisa dibilang menjadi performa terbaik Pulisic.
Napoli juga datang dengan skuad yang pincang. Sejumlah pemain kunci seperti Lukaku, Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, Billy Gilmour, dan kiper Alex Meret dipastikan absen. Praktis, Rasmus Hojlund akan menjadi tumpuan utama serangan, dengan catatan delapan kontribusi gol (gol dan assist) di semua kompetisi.
Performa tandang Napoli musim ini sangat mengkhawatirkan dengan tujuh kekalahan. Meskipun Milan belum terkalahkan dalam laga tandang liga musim ini, situasi Rossoneri juga tidak sepenuhnya ideal. Pelatih Allegri menyoroti perlunya perbaikan performa pertahanan setelah Milan kebobolan dua gol melawan Sassuolo. Performa beberapa pekan terakhir Milan belum stabil, dan lini pertahanan yang sempat kokoh di awal musim kini lebih mudah ditembus.
Napoli mengincar gelar Supercoppa ketiga mereka (setelah 1990 dan 2014), sementara Milan berstatus juara bertahan dan berpeluang mendekati rekor perolehan gelar Supercoppa terbanyak milik Juventus (9 trofi). Napoli tetaplah lawan yang berkualitas tinggi, tetapi Milan sedikit diuntungkan dengan banyaknya pemain kunci Partenopei yang absen di beberapa sektor penting serta buruknya rekor tandang Napoli musim ini. Dengan kondisi ini, semifinal Supercoppa ini akan menjadi ujian kualitas skuad bagi Milan, sebelum kedua tim kembali bersaing di jalur Scudetto.
——————————————
Opini pribadi penulis (dimassigi)
Boleh tidak sependapat, tapi harus satu bendera.
Tentang penulis:
Cinta pertama datang dari tandukan Oliver Bierhoff.
Tidak punya alasan, tapi mengidolai AC Milan dengan pasang surutnya
Padahal di saku celana banyak alasan untuk berpindah.
- PERNYATAAN RESMI MILANISTI INDONESIA: PEMBERHENTIAN PENGURUS
- Lazio vs AC Milan, Ujian Konsistensi di Olimpico
- Anatomi Derby della Madonnina: Laga ‘Hidup-Mati’ Rossoneri
- Melankolia San Siro dan Pragmatisme Allegri: Milan Meniti Buih di Antara Lelah dan Ambisi
- Milan vs Verona: “Laga Mudah” yang Sering Jadi Rumit







